Sunday, 3 March 2013

Anak jalanan

         Jalanan legam, kesibukan kota Jakarta memang tak ada habisnya. Memang pantas jika dijuluki kota Metropolitan. Jakarta hidup hampir 25 jam setiap hari, jikalau itu ada. Begitu mewah memang jika kita sekilas mendengar "Jakarta". Glamor. Ya, pasti. Tapi, sisakan secuil wakktumu untuk melihat sekeliling. Hampir tak ada kesan Glamor disana. Disudut jalanan. Mereka tak menganggap Jakarta indah. Bagi-nya Jakarta hanya seperti majikan mereka. Heh, ini, tentang anak jalanan. senyum mereka, tulus. Tapi mata mereka? Isyaratkan keberatan. Jenuh. Mereka tak bodoh memang, tapi tak cukup pintar. Mengenal mereka sehari rasanya kecanduan hahaha. Tapi ya, memang begitu. Sejenak rasanya indah menjadi anak kecil. Bebas. Tanpa beban. Kalian tau? Mereka ternyata semangat belajar. Dimanapun. Kapanpun. Hari itu hujan, mereka kira kami tak datang, mereka menuggu. Cukup lama mungkin. Mereka...serius ingin belajar...


          Kenakalan mereka standar mungkin. Toh mereka hanya anak-anak kecil biasa kok. Hanya, kurang beruntung saja. Ada perkelahian kecil tadi. Mereka tak mau minta maaf. Mereka susah memaafkan. Sayang bukan? Tapi hey lihat! Mereka mudah melupakan amarah mereka. Mereka akur kembali :D Sederhana ya memang? Tapi, apa bisa dapatkan yang lebih dari ini. Senang. Sangar. Mereka polos, hihihi lucu.
         Nyatanya? Ada setitik kejadian yang membuat Jakarta tidak terdengar Glamor lagi kan?
         Terimakasih, untuk kelakuaan kalian. Untuk senyuman kalian. Untuk semangat kalian. Rasanya seperti mendapat chargeran tenaga dari mereka. Terimakasih :) :)

jakarta, 3 3 13

0 comments:

Post a Comment