Friday, 15 March 2013

That Should Be Me

Hai hai semuaaa :D hari ini lagi gak kepengen nulis dulu nih, cuma pengen nge-post lirik lagu aja. Yap! First! Lirik lagu That Should Be Me yang di senandungkan dengan begitu penuh penghayatan oleh si Ganteng mantan pacar gue, hehehew amin dah:D Siapa lagi kalo bukaaaan...(jeng-jeng-jeng) Justin Bieber ~ Hehehe. Hmm sebelumnya pasti pada pengen tahu kan yakan, yadong, pastikan, pasti dong??*halah-_- alasan dan sebab akibat kenapa gue milih lagu ini untuk di postkan daripada lagu nge-hits dan terbaru dari si ganteng ini. Ya, alesannya arti dari lirik lagu ini ngena aja giduuu. Disini tuh nyeritain betapa sakitnya si superduper ganteng en unyu-unyu JB tahu kalau mantan pacarnya yang dulu dia sayang-sayang cepet banget dapet pengganti dia. Hmm cup-cup masih ada gue kok abang JB :(. Tapi yasudahlah, intinya seperti itu. Oke, langsung aja, cekidoooot :D

That Should Be Me
 

Everybody's laughing in my mind
Rumors spreadin' 'bout this other guy
Do you do what you did when you did with me,
Does he love you the way I can?
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn't
(Chorus)
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe that
That should be me

That should be me
 
You said you needed a little time for my mistakes
It's funny how you used that time to have me replaced
Did you think that I wouldn't see you out at the movies
What you doin' to me
You're taking him where we used to go
Now if you're tryin' to break my heart
It's working cause you know that
(Chorus)
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe
That should be me
(Bridge)
I need to know should I fight for love
Or disarm
It's getting harder to shield
This pain in my heart

Ooooh

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe
That that should be me

(Holding your hand)
That should be me
(The one making you laugh (oh baby oh))
That should be me

That should be me
(Giving you flowers)
That should be me
(Talking for hours)
That should be me
That should be me
That should be me
Never should've let you go
I never should've let you go
That should be me
I never should've let you go
That should be me

And then, this is the Officila Video!! Check this out :D

http://www.youtube.com/watch?v=p5Jw-T4dVss

Thursday, 14 March 2013

Cinta Dalam Diam


Apakah bisa ini di sebut dengan Cinta? Atau hanya kekagumanku saja? Ketika Aku yang mulai menyukai segala hal yang ada padamu. Ketika Aku yang tersipu malu saat tak sengaja kau menatapku dalam hangat senyumu. Ketika degup jantung ini mulai tak beraturan memainkan nadanya saat kau menghampiriku. Atau ketika dengan terkejut dan bangganya aku saat kau panggil namaku diantara kerumunan manusia yang diam-diam memperhatikanmu? Atau ya, ketika aku merasa lebih "hidup" saat kita tertawa renyah bersama? Ini rasaku atau memang dunia seakan berhenti berputar seperti tak ingin melewatkan momentum ketika kita bersama? Tapi, jika ini hanya kekaguman belaka, kenapa setiap mataku melihat sosok indahmu bersama perempuan lain malah begitu sesak? Sangat sesak. Dan mengapa ketika hati ini tahu saat tak ada ruang kosong untuk-ku di hatimu seperti hancur? Begitu.....Sakit? Sepertinya ini memang Cinta. Cinta dalam diam. Diam-diam aku menyukaimu, diam-diam aku tersipu malu, diam-diam degup jantungku tak karuan, diam-diam dunia serasa berhenti berputar&waktu terasa mati. Dan juga.....diam-diam hati ini merasa Sakit... Tapi, diam-diam juga tak lelahnya aku mencintaimu. Mencintai dengan arti mencinta sesungguhnya. Ketika banyak orang memintaku berhenti menyukaimu, ketika banyak orang memohon kepadaku berhenti mencintaimu, atau ketika banyak orang mengemis padaku utuk melupakanmu hanya karena mereka ingin sejenak saja melihat bahagia ku kembali yang telah kau ambil. Tapi lihat! Aku tak kunjung lelah menyukaimu, mencintaimu. Dan tak pernah berhenti memikirkanmu. Bagaimana bisa aku bahagia ketika dalam sakit mencintaimu adalah satu-satunya kebahagianku? Mereka tak pernah tahu, kalau hingga kini dengan setianya aku mencintaimu dalam diamku. Sampai sosok indahmu menyadari semua ke-diam-man-ku, semua cinta dalam diamku. Suatu nanti. Ya, suatu nanti...

Monday, 11 March 2013

Pilihan dan Takdir


Kalian percaya Takdir? Atau mungkin, kalian lebih mempercayai tentang pilihan? Awalnya, Aku hanya mempercayai tentang pilihan. Seperti Kamu memilih Aku, bukan Dia. KataKu, itu pilihan hatiMu. Tapi kataMu, Takdir yang akhirnya mempertemukan Kita. Disini. Seperti Kamu yang memilih mendekatiKu daripada mengabaikanKu. Katamu, Takdir telah menuliskan bahwa kamu harus mendekatiKu. Tapi kataKu, pilihanMulah yang menguatkan Kamu mendekatiKu. Semakin dekat. Seperti Kamu yang memilih untuk lebih menyukaiKu daripada membenciKu. Katamu, menjadi "Kita" itu memang sudah Takdir Kamu&Aku. Tapi, lagi-lagi kataKu, itu pilihanMu dari setiap perlakuanKu terhadapMu. Manis, tapi Gombal. Dan lagi-lagi seperti usahamu memenangkan hatiKu. Katamu, Takdir Kamu ya memang harus begitu. Tapi Aku beda, kataKu itu pilihanMu untuk berusaha atau menyerah menyukaiKu. Emm atau seperti Kamu menungguKu ketika jelas-jelas Aku tidak menginginkanMu. Katamu, Takdir telah menetapkan kalau Kamu harus menungguKu. Tapi Aku menyangkal dengan berkata, itu adalah pilihanMu untuk setia bertahan atau pergi meninggalkan. Klasik, tapi Pahit. Atau mungkin seperti Kamu terus berusaha mendekatiKu ketika tak ada satupun balasanKu? Katamu, itu Takdir bahwa Kamu harus terus berusaha. Tapi, tak lelah Aku bilang, itu pilihanMu, bertahan disakiti, atau pergi dengan senang hati. Dramatis&Klasik dengan sentuhan Kuno. Dan ketika Aku lelah dan memutuskan menyerah untuk menaggapiMu, lagi-lagi Kamu bilang itu takdir. Tapi tetap bagiKu itu pilihanKu. Tapi ketika semua kepura-puraanMu terlihat, kamu baru menyebutnya pilihanMu atas lelahnya Kamu menginginkanKu. Dan saat itu, Aku mantap menyebutnya, Takdir. Takdir tak membolehkan Aku&Kamu menjadi "Kita". Dan setelahnya, ketika kamu datang padaKu lagi menjanjikan manisnya madu, Kamu bilang pilihanMu utuk tetap memilihKu , bukan Dia. Tapi terlambat, Bagiku, takdir memberitahuKu kalau memang tak pernah ada "Kita".



Dan kini, Kamu berjalan dengan sekelumit pilihanmu dan Aku dengan setianya mengikuti Takdirku. Terimaksih, memberikanku pilihan antara mempercayai takdir atau tidak. Tapi kini, sejujurnya, pilihan mengikuti takdir kita. Bukan takdir yang menentukan pilihan Kita...

Sunday, 3 March 2013

Anak jalanan

         Jalanan legam, kesibukan kota Jakarta memang tak ada habisnya. Memang pantas jika dijuluki kota Metropolitan. Jakarta hidup hampir 25 jam setiap hari, jikalau itu ada. Begitu mewah memang jika kita sekilas mendengar "Jakarta". Glamor. Ya, pasti. Tapi, sisakan secuil wakktumu untuk melihat sekeliling. Hampir tak ada kesan Glamor disana. Disudut jalanan. Mereka tak menganggap Jakarta indah. Bagi-nya Jakarta hanya seperti majikan mereka. Heh, ini, tentang anak jalanan. senyum mereka, tulus. Tapi mata mereka? Isyaratkan keberatan. Jenuh. Mereka tak bodoh memang, tapi tak cukup pintar. Mengenal mereka sehari rasanya kecanduan hahaha. Tapi ya, memang begitu. Sejenak rasanya indah menjadi anak kecil. Bebas. Tanpa beban. Kalian tau? Mereka ternyata semangat belajar. Dimanapun. Kapanpun. Hari itu hujan, mereka kira kami tak datang, mereka menuggu. Cukup lama mungkin. Mereka...serius ingin belajar...


          Kenakalan mereka standar mungkin. Toh mereka hanya anak-anak kecil biasa kok. Hanya, kurang beruntung saja. Ada perkelahian kecil tadi. Mereka tak mau minta maaf. Mereka susah memaafkan. Sayang bukan? Tapi hey lihat! Mereka mudah melupakan amarah mereka. Mereka akur kembali :D Sederhana ya memang? Tapi, apa bisa dapatkan yang lebih dari ini. Senang. Sangar. Mereka polos, hihihi lucu.
         Nyatanya? Ada setitik kejadian yang membuat Jakarta tidak terdengar Glamor lagi kan?
         Terimakasih, untuk kelakuaan kalian. Untuk senyuman kalian. Untuk semangat kalian. Rasanya seperti mendapat chargeran tenaga dari mereka. Terimakasih :) :)

jakarta, 3 3 13