Bagaimana Aku bisa
melupakanMu, ketika semua perbutanMu tak hentinya berlari di fikiranKu? Bagaimana bisa
Aku melupakanMu,
ketika caraMu
menyukaiKu
selalu terbesit di kepalaKu?
Dan bagaimana bisa Aku melupakanMu, ketika caraMu mendapatkan hatiKu selalu terlihat di pelupuk
mataKu?
Dan bagaimana bisa, Aku tak mengingat nada bicaraMu, ketika kau
ucapkan nada-nada cinta itu selalu mengalir di kupingKu? Mungkin KarmaKu menyesali
semuanya. Atau KarmaKu
atas semua perbuatanMu,
yang telah Kau lakukan padaKu?
Ketika hati ini diam-diam mulai terbiasa akan tingkahMu, ketika
diam-diam hati ini tak terbiasa jauh-jauh dariMu, karmakah Aku telat
menyadari semuanya?
Ketika dalam diamMu
Kau coba pergi untuk menjauh . Ketika dalam diamMu Kau mencoba untuk berhenti, dan
berusaha untuk melupakanKu.
Tapi itu semua salahMu atau hanya balasan atas kesombonganKu? Ketika
hati ini mengetahui kau lebih bahagia dengannya, dengan dia yang ada disampingMu sekarang. Hati
ini seperti buah simalakama, antara senang akhirnya kau jauh dariKu, dan sakit
melihat kau bersamanya. Egokah Ku ketika Ku mencoba memintaMu untuk kembali? Mencoba
memintaMu
mengulang kejadian yang pernah kita alami? Atau egokah
Aku ketika Aku
memintaMu
untuk menyukaiKu
lagi? Atau mungkin,
jahatkah Aku
ketika Aku memintaMu untuk menungguKu lagi hanya
sekedar untuk membuktikan? Ah ya, karmaKu mulai menyadari
mencintaiMu.
Dan karmaKu mulai menginginkanMu. KarmaKu merindukan ketika
kau tak sepantasnya dirindukan. Dan kau tahu? Sekarang Aku tahu rasanya
mencinta dalam diam, rasanya diabaikan, dan rasanya menunggu kepastian. Aku ingin Kamu kembali.Aku ingin mengulang lagi. Aku ingin
kita tertawa lagi. Aku ingin Kamu menggodaKu lagi. Aku ingin semua momen yang
terlewatkan kembali lagi. Maafkan Aku. EgoKu mengalahka rasaKu. Maafkan Aku yang melewatkanMu. Maafkan Aku yang
sudah tak menganggapMu.
Kini mungkin Aku mulai berjalan berdampingan dengan penyesalanKu. Sampai Kamu
melihat penyesalanKu
dan memutuskan
untuk kembali. Tuan, Ku
ingin katakan yang harusnya Ku
katakan dulu padaMu.
Tuan Aku mencintaiMu, diam-diam Aku juga mencintaiMu.
Thursday, 11 April 2013
Monday, 1 April 2013
Pengabaian dan Diabaikan
Kalian tahu tentang pengabaian? Diabaikan. Tidak terlihat tapi jelas sosok kalian nyata. Ketika kalian tak didengar? Diabaikan. Padahal kalian telah berteriak sangat nyaring nyaris hilang pita suara. Ketika kalian merasa tak dihargai. Diabaikan. Padahal jelas, kalian telah berkorban. Banyak pula. Atau kalian benar-benar diabaikan? Tak didengar, tak dihargai. Ketika apa yang ada di diri kalian tak pantas di lihat. Bahkan dilirik sekalipun? Ketika seluruh dunia menyalahkan kalian.Padahal kalian tak hentinya mencba berbuat benar? Atau kalian selalu berusaha tak sedetikpun meninggalkan senyum kalian disaat dunia mencoba membuat kalian menangis? Tidakkah sia-sia? Lantas? Siapa yang akan peduli pada kalian? Ketika bahkan orang terdekat kalian tak pernah berfikir kalian ada. Lantas siapa lagi? Mengandalkan seseorang yang jauh disana? Bodoh. Bagaimana seseorang yang ada jauh disana mengerti yang kalian rasakan sedangkan orang terdekat di sekitar kalian-pun entah tahu atau tidak kalian itu sesosok nyata atau bukan? Ironis. Pengabaian dan Diabaikan. Bukankah seperti itu?




