Sunday, 17 February 2013

Pilihan...

                     Teman, ini cerita tentang pilihan. Pilihan yang ah..bagaimana menjelaskannya? Ketika semua insan manusia-pun pernah mengalaminya? Tentang pilihan anatara menyerah atau bertahan. Menunggu atau meninggalkan. Pilihan yang memakan banyak waktu dan fikiran di sela jam kosongnya. Bagaimana bisa? Kalian merasakannya sendiri bukan? Entahlah. Rasanya, sesak. Cukup sesak. Bukan, maksud saya, sangat sesak. Ingatkah kalian tentang cerita Matahari, Bulan, dan Bumi? Bumi benar-benar sangat teramat merindukan Matahari. Karma Bumi mencinta. Tapi, bukannya kekerasan hati Bumi lama-lama akan luluh oleh panasnya perhatian Matahari? Bumi, merindukan Matahari...... Matahari yang telah memiliki "Bumi-nya" sendiri. Bumi yang ini menjadi gundah. Memaki keteledorannya. Tak pernah terbesit olrh Bumi memikirkan Bulan-nya yang entah kemana. Hanya, Matahari. Ya, hanya Matahari. Pilihan bukan? Pilihan menentukan masa depan. Jikalau dulu Bumi tak pernah membohongi perasaannya mungkin... Ah ya, bohong. Tapi, Matahari juga pernah membohonginya. Membohongi Bumi. Bohong itu, seperti racun. Sakit. Kalau sampai terkena. Lagi-lagi ngelantur jauh. Masih tentang ilihan. Bumi bingung menentukan pilihannya. Masih, dan tetap bngung. Menyerah atau Bertahan. Menunggu atau Meninggalkan. Melupakan atau Mengenang. Memaafkan atau Membenci. Ah... Membingungkan....

0 comments:

Post a Comment