Wednesday, 29 January 2014

Surat untuk Cintaku







Dear, Cintaku…

Waktu berjalan cepat. Mengisyaratkan dua hati yang bersatu.  Hati terikat cinta. Tapi,bukankah cinta butuh waktu? Katamu, melihatku berdebar. Menyentuhku, sejuk. Terlihat sketsa alam nan Indah dimataku;katamu. Bisu, ketika kamu bersamaku. Linglung seperti anak kuda belajar berlari ketika dekat denganku. Katamu, cinta itu sulit. Dan, cinta itu aku. Sesulit itukah arti hatiku? Katamu, cinta itu berubah. Merubahku. Bukankah wajah asli cinta adalah mencinta apa yang terlihat. Bukan yang ingin dilihat?

Katamu, lupakan saja Bumi, Bulan, dan Matahari. Tapi kamu juga yang berceritera tentang mereka. Katamu,cinta itu keyakinan. Keyakinan mencinta. Tapi kamu lupa. Cinta itu keyakinan. Keyakinan bahwa cintamu mencintaimu. Katamu, cinta itu tentang kupu-kupu, burung, dan hewan lain. Tapi kamu lupa. Cinta bukan tentang mereka.  Cinta tentang apa yang mereka lakukan. Bersama. Katamu, cinta itu tentang kejujuran. Tapi kamu lupa, adakah kejujuran tak absen di harimu? Adakah ia bersamamu tiap detik? Katamu, sakit dibohongi. Tapi, ah, terlalu banyak tapi.

Kisahku tak menarik untukmu;mungkin. Tapi tahukah? Ada hati dibalik asanya. Ada rindu dibalik jaraknya. Ada kejujuran dibalik bohongnya. Ada kepastian dibalik ragunya. Ada maaf dibalik amarahnya. Ada arti dibalik tuturnya . Ada kamu, dibalik masa lalunya.. Ada kita, dibalik harapnya. Itu karena kamu. Kamu, ya kamu. Kamu yang mengaku cintaku ;p

Tertanda,
Cintamu