Ketika kepercayaan yang dibangun susah-susah kemudian di balas dengan manisnya kebohongan. Ah iya, mana ada kebohongan yang manis?. Ceritanya, persis saat Tahun Baru Cina. Imlek. 2cerita, dengan 2orang berbeda. Manisnya tahun lalu, dan sakitnya tahun ini bertolak belakang. Entah apa, tapi, setiap orang gak suka kebohongan. Apalagi, kebohongan yang terencana. Ya walaupun dimaafkan, bukankah masih tersisa ampas pahitnya? Seperti dipermainkan. Karma mungkin. Tapi, apakah iya? Tahun lalu dia berkata, "Udah nunggu lama ya? Ayuk deh" di taman, di bawah riuhnya kembang api. Tahun ini? Dia berkata, seseorang yang berbeda pula, "Maaf, ga bermaksud. Maaf." lewat layar handphone dia ucapkan. Dikamar, tanpa kembang api perayaan Imlek.
Tapi yasudahlah, hanya masalah yang-tidak-terlalu-penting atau maslah yang-emang-sengaja-gak-terlalu-penting. Entah siapa yang salah dan siapa yang mengundang karma datang. Tapi, apa kalian percaya karma. Seandainya, kalian diposisi tersulit, bingung, dan gak bisa memilih. Tapi, hey! Tuhan menunjukan sesuatu diluar dugaan. Yang ternyata hanya menambah bingung. Tapi lihat! Rencana Tuhan itu selalu yang terbaik bukan? Mungkin bukan seseorang di tahun lalu dan mugkin juga bukan seseorang di tahun ini. Menunggu? Ya mungkin. Hei, percayalah, Tuhan mau kita jadi lebih sabar. "sedikit" menuggu, apa susahnya? Hei dengar! Kembang api Tahun Baru Imlek baru terdengar. Ah iya, jam berapa sekarang? Sepertinya tahun ini gak semeriah tahun lalu dan sangat telat. Tapi, tetap saja, ada kenangan yang tertulis setiap tahun. Sekali lagi, SELAMAT TAHUN BARU IMLEK!!!! GONG XI FA CAI semuaaaa :")




0 comments:
Post a Comment