Thursday, 10 April 2014

Singa Putih Bersedih




                                 Ini  tentang  Singa putih yang bersedih. Dibawah bintang-bintang gemerlap di malam musim dingin...

                                 Matanya menerawang, tersirat memikirkan sesuatu. Raja hutan yang gagah menjadi kucing manis berbulu putih tebal kala itu. Aumnya terdengar seperti suara jangkrik kecil malam hari, tak terdengar; seperti berbisik. Badannya, lemah;lelah seperti ulat di dedaunan. Begitu......tak berdaya. Singa putih itu...memikirkan sesuatu. sesuatu, yang bahkan tak se-hewan pun tahu. 

                                Hufttt. Ia menarik nafas panjang nan berat. Letih fikirnya. Memperjuangkan yang bahkan dia sendiripun tak tahu apa dan untuk apa ia perjuangkan. Kata orang disana, dia punya pasukan yang kuat, gagah berani nan hebat. Tapi kenyataannya?  Sekarang, ia hanya ditemani angin yang menyentuh bulu-bulu halusnya;  pepohonan yang bergoyang seakan gembira mengetahui singa gagah berani terdiam; dan, nyanyian tuan jangkrik mengisyaratkan kesedihan mendalam. Tak ada kawan, tak ada pasukan, bahkan, tak ada lawan yang ingin mengganggunya. 

                                   Satu kali....Dua kali...Tiga kali....Empat kali...matanya mengerjap. Menahan sesuatu. Serasa sakit, tapi ia tak tahu dimana. Sakitnya, menjalar. Fikirnya kabur. Entah apa yang ia fikirkan... Sampai sesuatu terasa membasahi matanya.... Singa putih nan tangguh itu, menangis, dan terlelap. Dalam tidurnya pun, ia menangis...

                      Aku ingin bebas…..

0 comments:

Post a Comment