Dear, Cintaku…
Waktu berjalan cepat.
Mengisyaratkan dua hati yang bersatu.
Hati terikat cinta. Tapi,bukankah cinta butuh waktu? Katamu, melihatku
berdebar. Menyentuhku, sejuk. Terlihat sketsa alam nan Indah dimataku;katamu.
Bisu, ketika kamu bersamaku. Linglung seperti anak kuda belajar berlari ketika
dekat denganku. Katamu, cinta itu sulit. Dan, cinta itu aku. Sesulit itukah
arti hatiku? Katamu, cinta itu berubah. Merubahku. Bukankah wajah asli cinta
adalah mencinta apa yang terlihat. Bukan yang ingin dilihat?
Katamu, lupakan saja Bumi,
Bulan, dan Matahari. Tapi kamu juga yang berceritera tentang mereka.
Katamu,cinta itu keyakinan. Keyakinan mencinta. Tapi kamu lupa. Cinta itu
keyakinan. Keyakinan bahwa cintamu mencintaimu. Katamu, cinta itu tentang
kupu-kupu, burung, dan hewan lain. Tapi kamu lupa. Cinta bukan tentang
mereka. Cinta tentang apa yang mereka
lakukan. Bersama. Katamu, cinta itu tentang kejujuran. Tapi kamu lupa, adakah
kejujuran tak absen di harimu? Adakah ia bersamamu tiap detik? Katamu, sakit
dibohongi. Tapi, ah, terlalu banyak tapi.
Kisahku tak menarik
untukmu;mungkin. Tapi tahukah? Ada hati dibalik asanya. Ada rindu dibalik
jaraknya. Ada kejujuran dibalik bohongnya. Ada kepastian dibalik ragunya. Ada
maaf dibalik amarahnya. Ada arti dibalik tuturnya . Ada kamu, dibalik masa
lalunya.. Ada kita, dibalik harapnya. Itu karena kamu. Kamu, ya kamu. Kamu yang
mengaku cintaku ;p
Tertanda,
Cintamu




0 comments:
Post a Comment