Saturday, 10 May 2014

Kamu adalah Kamu




Click...
Aku memilih untuk memutar kaset kenangan kita, dan berdansa dalam harapan. Hingga terbang, menuju yang tak terbatas. Ini mengasyikan. Dan berbalut kesedihan.
Kamu, adalah Musik.
Kamu adalah sekumpulan nada tak terdengar.
Sekumpulan lirik tak berharga  tapi begitu berarti.
Sekumpulan komposisi yang tak begitu indah tapi tak bosan didengar.
Tapi kamu adalah kamu.

Kita bertemu dalam ketidak sengajaan. Lalu berbincang dalam kebisuan. Dengan latar malam. Aku memaki kejadian itu dengan sederet kata indah dan menciptakan siluet malam dengan kerinduan. Mengapa harus malam menjadi latar, desir angin menjadi musik, dan bintang menjadi penononton setia?
Karena kamu, Bulan-nya. BulanKu. Setidaknya, pernah menjadi Bulan yang bersinar terang bagiKu.
Tapi kamu, adalah kamu.

Kamu, adalah teka-teki yang terpenjara. Tak terjawab dalam batas logika. Seharusnya memang tak perlu memakai logika. Ketika tanya hanya menjadi tanya tak terjawab. Ketika jawaban kebenaran tak diperdulikan. Kamu, adalah kisah membingungkan yang tak dapat diterjemahkan. Tak ada bahasa yang bisa mendeskripsikan.

Telah kupatri namamu di ruang kosong lalu menguncinya dengan rapat dan membiarkan hatiku menempatinya. Ruang yang didasari rindu yang takan terhenti. Sedikit memaksa dan berlebihan. Atau, mungkin hanya aku yang terlalu berharap tinggal pada hatimu mencari yang selama ini tak kutemukan. Bahkan tak kutahu wujudnya?

Jika yang tak kuketahui adalah tentang melupakan, setidaknya aku masih mengingatmu dalam kenangan. Mungkin kenangan adalah satu-satunya jembatan mengingatmu. Dan ketika kita memilih melupakan, kamu, adalah cerita indah masa lalu. Dan akan tetap indah...

Click...
Ah, playlist laguku habis.

0 comments:

Post a Comment