Saturday, 19 January 2013

Pemberitahuan Hati

Ketika yang dicinta tidak mempercayai;
Ketika yang dipuja tidak membela;
Ketika yang diagungkan tidak menghargai;
Dan ketika yang dipercaya tidak dapat di percaya lagi;
Pada siapa lagi harus percaya?
Kemana lagi harus meminta pembelaan?
Dan dimana lagi supaya bisa di hargai?

Ketika gejolak dalam diri seorang hamba memuncak,
Kemana lagi dia harus bercerita senandung hidup?
Ketika Cintanya mulai tersakiti,
Pada siapa lagi dia meminta penyembuhan?
Kemana, dimana, dan dengan Siapa?
Ah, percuma.
Semua mematung.
Tak ada pembelaan terdengar.
Bahkan, tiada niatan bersuara.

Mereka tak tau atau pura-pura tulii?
Maka beri kabar ke penyair tentang penderitaan seornag anak manusia memuncak.
Ketika bahkan, Orang tuanya tidak mempercayai.
Bahkan, meremehkan perjuangannya, keringatnya.
Ketika bahkan, yang para cendikiawan bersabda;
Jikalau keluarga adalah tempat berlindung paling aman,
Tapi malah jadi tempat yang mengerikan di balik topeng keamanannya;
Dan beri kabar ke para pembesar!
Yang mengatakan keluarga adalah tempat pembelajaran
Tapi nyatanya? Malah sebagai tempat perbudakkan;
Dan sampaikan juga kepada sosialis,
Yang berseru bahwa kelurga adalahtempat awal mula saling mengenal; bersosialisasi.
Bahkan kenyataannya, menjadi tempatyang sangat terpencil, terasing dari megahnya dunia luar.

Percayalah, ini hanyalah tulisan pemberitahuan seorang anak manusia yang kecewa.
Dan merasa dunia tidak pernah berbaik hati padanya; bahkan keluarganya.
Ahh, senja datang terlalu cepat. Bersamaan dengan tangisan langit. Damai. Tapi tidak baginya... 

0 comments:

Post a Comment